Muhammad yusuf Muhi

Posted by franz evil on 06:02 PM, 27-Aug-12 • Under: Preman terkenal

Bang Ucu Kambing

Gambar tato di lengan kirinya kuno sekali: panah menembus hati. Tulisannya mudah ditebak,"lonely heart". Sejak lima tahun silam, lelaki 64 tahun itu, Muhammad Yusuf Muhi, hidup sendirian di Cihideung Ilir, Bogor, Jawa Barat. Kalangan dekat memanggilnya Bang Ucu.

Ia meninggalkan dua istri dan 16 anaknya. Istri pertama tinggal di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Istri kedua bermukim di Tebet, Jakarta Selatan. "hati saya pedih" katanya ketika ditemui, dua pekan lalu. Ia segera mengisap rokoknya dalam-dalam. Sejak tinggal di Cihideung Ilir, kata dia, berat badannya turun drastis. Sehari-hari ia membersihkan kebun 8.000 meter persegi miliknya, dibantu dua pemuda kampung. Jabatannya mentereng: Panglima Besar Betawi. Tapi, tapi sekarang yang udah jadi lupa sama saya" ujarnya. Masa keemasannya lewat sudah.

Belasan tahun silam, jangan main-main dengan Bang Ucu. Pada 1996, ia memimpin kelompok Betawi menyingkirkan kelompok Hercules di Tanah Abang. Bentrokan dua kelompok itu menumpahkan darah, dibumbui isu agama pula. Berhasil menguasai Tanah Abang, kelompok Bang Ucu memegang keamanan di pusat hiburan Jakarta. hampir semua saya pegang "Saya bebas keluar-masuk pusat hiburan." Ia lalu menunjukkan kartu anggota Klub Manhattan di Hotel Borobudur, yang masa berlakunya tamat pada 2004.

Kelompok Ucu mengukuhkan kekuasaan dengan membentuk Ikatan Keluarga Besar Tanah Abang. Usahanya macam-macam, termasuk membuka jasa penyediaan massa untuk demonstrasi. Pada 2001,

kelompok ini menghadang Pasukan Berani Mati pimpinan Nuril Arifin yang mendukung Presiden. Abdurrahman Wahid

Perjalanan Ucu menjadi jagoan jalanan dicapai lewat banyak pertarungan. Lahir di Kebon Pala, Jakarta Pusat, mulanya ia berjualan kambing di pinggir kali. Ucu rajin berkelahi, dengan alasan bela diri. "Kalau ada yang jual, gue bakal beli," katanya. Dia belajar silat dari jawara Betawi, Engkong Sabeni.."Dia masih kakek saya," katanya.

Perkelahian pertama Bang Ucu adalah dengan seorang anggota Resimen Pelopor-sekarang Brigade Mobil. Ucu kena tembak, tapi memenangi perkelahian. Pernah pula dia merasakan tebasan golok seorang tokoh Pemuda Pancasila dalam bentrokan di Pecenongan, Jakarta Pusat, pada 1975.

Ucu bahkan mengatakan pernah membunuh enam orang dalam perkelahian. "Saya membela diri, pakai senjata mereka," katanya.

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images